Gaza – Infopalestina: Gerakan Perlawanan Islam dalam aksi massanya usai shalat dhuhur kemarin Ahad (2/11) mengecam keras tindakan Israel menistakan mushaf Al-Quran dalam operasi kejahatannya di kamp Arub utara kotaHebron.
Ribuan massa memekikkan takbir dan seruan untuk membalas tindakan kejahatan Israel itu. Dr. Ismael Ridwan, salah seorang pimpinan Hamas dalam orasinya di akhir aksi menegaskan bahwa Israel harus hati-hati akan munculnya gerakan “Intifadhah Mushaf” sebagai wujud pembelaan terhadap Al-Quran yang dilecehkan oleh serdadu Israel.
Ia menegaskan bahwa pihaknya bersama para pendukung Hamas keluar ke jalan untuk menegaskan kepada pejabat Israel yang melecehkan kitab Allah dan melemparkannya di kotoran bahwa nyawa dan darah pejuang Palestina akan dikerahkan untuk membela Al-Quran kitab suci umat Islam karena itu bagian dari akidah.
Ridlwan menyampaikan pesan kepada Israel bahwa Jalur Gaza akan bergerak menjadi gubung api yang murka. Sebab kitab Allah telah dinistakan oleh Israel, tempat suci juga dinistakan. Karena akan meletus Intifadhah dan akan menggerus Israel di manapun mereka berada. Sebab Hamas marah karena Allah dan di jalan Allah.
Ridlwan mengecam sikap diam dunia yang terhadap tindak kejahatan Israel yang melecehkan tempat suci Islam. Kejahatan Israel terakhir adalah penyobekan Israel terhadap mushaf. Mereka juga memutuskan untuk menghancurkan kuburan Makman Allah Islam di kota Al-Quds dan membangun museum di atasnya.
Ridwan mengajak kepada bangsa Arab dan Islam untuk bergerak menjaga tempat suci dan masjid Al-Aqsha. Ia menegaskan bahwa yang membuat Israel semakin berani melakukan tindakan kejahatannya adalah karena aparat keamanan Abbas di Tepi Barat yang berani menyerang masjid-masjid dan tempat ibadah dan bahkan melecehkannya. (bn-bsyr)
Satu lagi penodaan yang sungguh menyakitkan. "Bagaimana orang tidak tergerak hatinya ketika kitab yang menjadi pedoman hidup di nistakan oleh musuh Allah." bagi kami seorang mukmin tidak pernah melakukan hal yang hina seperti itu karena kami meyakini kitab-kitab Allah yang lain, sekarang bagaimana pengakuan dunia dengan kejadian ini yang memberikan kebebasan dalam memeluk keyakinan agama, apakah mereka juga mengakui kehinaan sebagian dari kitab-kitab yang lain yang di peluk salah satu agama...?
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar