Minggu, November 02, 2008

Israel Nistakan Al-Quran di Hebron, Hamas Kecam Keras

Gaza – Infopalestina: Gerakan Perlawanan Islam dalam aksi massanya usai shalat dhuhur kemarin Ahad (2/11) mengecam keras tindakan Israel menistakan mushaf Al-Quran dalam operasi kejahatannya di kamp Arub utara kotaHebron.
Ribuan massa memekikkan takbir dan seruan untuk membalas tindakan kejahatan Israel itu. Dr. Ismael Ridwan, salah seorang pimpinan Hamas dalam orasinya di akhir aksi menegaskan bahwa Israel harus hati-hati akan munculnya gerakan “Intifadhah Mushaf” sebagai wujud pembelaan terhadap Al-Quran yang dilecehkan oleh serdadu Israel.
Ia menegaskan bahwa pihaknya bersama para pendukung Hamas keluar ke jalan untuk menegaskan kepada pejabat Israel yang melecehkan kitab Allah dan melemparkannya di kotoran bahwa nyawa dan darah pejuang Palestina akan dikerahkan untuk membela Al-Quran kitab suci umat Islam karena itu bagian dari akidah.
Ridlwan menyampaikan pesan kepada Israel bahwa Jalur Gaza akan bergerak menjadi gubung api yang murka. Sebab kitab Allah telah dinistakan oleh Israel, tempat suci juga dinistakan. Karena akan meletus Intifadhah dan akan menggerus Israel di manapun mereka berada. Sebab Hamas marah karena Allah dan di jalan Allah.
Ridlwan mengecam sikap diam dunia yang terhadap tindak kejahatan Israel yang melecehkan tempat suci Islam. Kejahatan Israel terakhir adalah penyobekan Israel terhadap mushaf. Mereka juga memutuskan untuk menghancurkan kuburan Makman Allah Islam di kota Al-Quds dan membangun museum di atasnya.
Ridwan mengajak kepada bangsa Arab dan Islam untuk bergerak menjaga tempat suci dan masjid Al-Aqsha. Ia menegaskan bahwa yang membuat Israel semakin berani melakukan tindakan kejahatannya adalah karena aparat keamanan Abbas di Tepi Barat yang berani menyerang masjid-masjid dan tempat ibadah dan bahkan melecehkannya. (bn-bsyr)

Satu lagi penodaan yang sungguh menyakitkan. "Bagaimana orang tidak tergerak hatinya ketika kitab yang menjadi pedoman hidup di nistakan oleh musuh Allah." bagi kami seorang mukmin tidak pernah melakukan hal yang hina seperti itu karena kami meyakini kitab-kitab Allah yang lain, sekarang bagaimana pengakuan dunia dengan kejadian ini yang memberikan kebebasan dalam memeluk keyakinan agama, apakah mereka juga mengakui kehinaan sebagian dari kitab-kitab yang lain yang di peluk salah satu agama...?

Rabu, Oktober 08, 2008

1 Syawal 1429 H

Segenap Tim GENTA (Gerakan Cinta Qur'an) mengucapkan "Selamat Ied Mubarok 1 Syawal 1429 H Taqabbalallah minna wa minkum...Mhn maaf atas sgl khilaf dan salah. Kullu'am wa antum bikhair"

Jumat, September 26, 2008

Catatan Akhir Ramadhan

Assalamualikom, Ikwan fillah
Pada 1 Syawal nanti Allah SWT akan mengatakan kepada malaikat “Wahai malaikat Ku lihatlah mereka (manusia) yang dulu kalian pertanyakan untuk apa Aku ciptakan mereka yang nantinya saling menumpahkan darah di muka bumi sekarang saksikanlah bahwa hari ini mereka telah menyandang ketaqwaan hanya kepada Aku dan mereka beriman hanya kepadaKu dan Aku sendiri yg memberikan balasannya”
Itulah manusia yg nantinya pada 1 Syawal nanti lebih mulia dari pada malaikat Allah SWT yang telah lulus dari seleksi ujian hidup dan percayalah imbalan Allah SWT nanti lebih besar dari makhluk Allah SWT manapun baik malaikat maupun jin yang lebih dulu beriman kepada Allah SWT karena keimanan mereka tanpa melalui ujian seperti kita (manusia).
Perhatikanlah diri kita dari awal Ramadhan sampai akhir Ramadhan dalam segala aktivitas kita, dari persiapan kita memasuki bulan Ramadhan sampai akan meninggalkan bulan Ramadhan mubarok ini, dari masalah demi masalah hidup satu bulan ramadhan ini, dari ibadah yang kita lakukan dari dini hari sampai petang dengan selalu menjaga ketaqwaan kita kepada Allah SWT...sudah pantaskah kita mendapatkan imbalan pada 1 syawal nanti, apakah kita berbangga dengan anugerah pahala Allah SWT kalau kita hanya bertaqwa di bulan ramadhan saja.
Taqwa itu seharusnya membekas pada bulan bulan setelahnya...jgn biarkan ramadhan ini hilang dalam hati tanamkan dlm dada setiap bulan yg kita lalui adalah ramadhan...demi Allah SWT ramaikan masjid itu kembali, bacakan kembali Alqur’anulkarim, berlaku santunlah kalian dlm beraktivitas, berlakulah adil dlm berdagang, selalu berminta maaflah kalian dan lupakan kesalahan orang lain...berjuanglah kalian orang orang yg mutaqqin untuk tetap istiqomah...Wallahualambishowab.
Wassalam,

Minggu, Agustus 31, 2008

Selamat Menunaikan Ibadah Puasa Ramadhan 1429 H

Selamat Menunaikan Ibadah Puasa Ramadhan 1429 H
Bulan yg istimewa ini mari kita jadikan sebagai pelecut dalam memotifasi diri untuk membaca, mempelajari, menghafalkannya & menerapkannya dalam keseharian

Sabtu, Agustus 02, 2008

Sang Juara

Suatu ketika, ada seorang anak yang sedang mengikuti sebuah lomba mobil balap mainan. Suasana sungguh eriah siang itu, sebab, ini adalah babak final. Hanya tersisa 4 orang sekarang dan mereka memamerkan setiap mobil mainan yang dimiliki. Semuanya buatan sendiri, sebab, memang begitulah peraturannya.Ada seorang anak bernama Mark. Mobilnya tak istimewa, namun ia termasuk dalam 4 anak yang masuk final. Dibanding semua lawannya, mobil Mark lah yang paling tak sempurna. Beberapa anak menyangsikan kekuatan mobil itu untuk berpacu melawan mobil lainnya.
Yah, memang, mobil itu tak begitu menarik. Dengan kayu yang sederhana dan sedikit lampu kedip diatasnya, tentu tak sebanding dengan hiasan mewah yang dimiliki mobil mainan lainnya. Namun, Mark bangga dengan itu semua, sebab, mobil itu buatan tangannya sendiri.
Tibalah saat yang dinantikan. Final kejuaraan mobil balap mainan. Setiap anak mulai bersiap di garis start, untuk mendorong mobil mereka kencang-kencang. Di setiap jalur lintasan, telah siap 4 mobil, dengan 4 "pembalap" kecilnya. Lintasan itu berbentuk lingkaran dengan 4 jalur terpisah diantaranya.
Namun, sesaat kemudian, Mark meminta waktu sebentar sebelum lomba dimulai. Ia tampak berkomat-kamit seperti sedang berdoa. Matanya terpejam, dengan tangan yang bertangkup memanjatkan doa. Lalu, semenit kemudian, ia berkata, "Ya, aku siap!".
Dor. Tanda telah dimulai. Dengan satu hentakan kuat, mereka mulai mendorong mobilnya kuat-kuat. Semua mobil itu pun meluncur dengan cepat. Setiap orang bersorak-sorai, bersemangat, menjagokan mobilnya masing-masing. "Ayo..ayo... cepat..cepat, maju..maju", begitu teriak mereka. Ahha...sang pemenang harus ditentukan, tali lintasan finish pun telah terlambai. Dan, Mark lah pemenangnya. Ya, semuanya senang, begitu juga Mark. Ia berucap, dan berkomat-kamit lagi dalam hati. "Terima kasih."
Saat pembagian piala tiba. Mark maju ke depan dengan bangga. Sebelum piala itu diserahkan, ketua panitia bertanya. "Hai jagoan, kamu pasti tadi berdoa kepada Tuhan agar kamu menang, bukan?".
Mark terdiam. "Bukan, Pak, bukan itu yang aku panjatkan" kata Mark. Ia lalu melanjutkan, "Sepertinya, tak adil untuk meminta pada Tuhan untuk menolongmu mengalahkan orang lain. "Aku, hanya bermohon pada Tuhan, supaya aku tak menangis, jika aku kalah."
Semua hadirin terdiam mendengar itu. Setelah beberapa saat, terdengarlah gemuruh tepuk-tangan yang memenuhi ruangan.

Hikmah dari cerita itu:
Teman, anak-anak tampaknya lebih punya kebijaksanaan dibanding kita semua. Mark, tidaklah bermohon pada Tuhan untuk menang dalam setiap ujian. Mark, tak memohon Tuhan untuk meluluskan dan mengatur setiap hasil yang ingin diraihnya. Anak itu juga tak meminta Tuhan mengabulkan semua harapannya. Ia tak berdoa untuk menang, dan menyakiti yang lainnya.
Namun, Mark, bermohon pada Tuhan, agar diberikan kekuatan saat menghadapi itu semua. Ia berdoa, agar diberikan kemuliaan, dan mau menyadari kekurangan dengan rasa bangga.
Mungkin, telah banyak waktu yang kita lakukan utuk berdoa pada Tuhan untuk mengabulkan setiap permintaan kita. Terlalu sering juga kita meminta Tuhan untuk menjadikan kita nomor satu, menjadi yang terbaik, menjadi pemenang dalam setiap ujian. Terlalu sering kita berdoa pada Tuhan, untuk menghalau setiap halangan dan cobaan yang ada di depan mata. Padahal, bukankah yang kita butuh adalah bimbingan-Nya, tuntunan-Nya, dan panduan-Nya?
Kita, sering terlalu lemah untuk percaya bahwa kita kuat. Kita sering lupa, dan kita sering merasa cengeng dengan kehidupan ini. Tak adakah semangat perjuangan yang mau kita lalui? Saya yakin, Tuhan memberikan kita ujian yang berat, bukan untuk membuat kita lemah, cengeng dan mudah menyerah. Sesungguhnya, Tuhan sedang menguji setiap hamba-Nya yang shaleh.
Jadi, teman, berdoalah agar kita selalu tegar dalam setiap ujian. Berdoalah agar kita selalu dalam lindungan-Nya saat menghadapi itu semua. Amien Terima kasih telah membaca.

Senin, Juli 21, 2008

Mengapa kita terus menerus membaca meskipun kita tidak mengerti apa artinya?

Seorang Muslim tua Amerika bertahan hidup di suatu perkebunan di suatu pegunungan sebelah timur Negara bagian Kentucky dengan cucu lelakinya yg masih muda. Setiap pagi Kakek bangun lebih awal dan membaca Quran di meja makan di dapurnya. Cucu lelaki nya ingin sekali menjadi seperti kakeknya dan mencoba untuk menirunya dalam cara apapun semampunya. Suatu hari sang cucu nya bertanya, " Kakek! Aku mencoba untuk membaca Qur'An seperti yang kamu lakukan tetapi aku tidak memahaminya, dan apa yang aku pahami aku lupakan secepat aku menutup buku. Apa sih kebaikan dari membaca Qur'An? Dengan tenang sang Kakek dengan meletakkan batubara di dasar keranjang, memutar sambil melobangi keranjang nya ia menjawab, " Bawa keranjang batubara ini ke sungai dan bawa kemari lagi penuhi dengan air." Maka sang cucu melakukan seperti yang diperintahkan kakek, tetapi semua air habis menetes sebelum tiba di depan rumahnya.
Kakek tertawa dan berkata, "Lain kali kamu harus melakukukannya lebih cepat lagi," Maka ia menyuruh cucunya kembali ke sungai dengan keranjang tsb untuk dicoba lagi. Sang cucu berlari lebih cepat, tetapi tetap, lagi2 keranjangnya kosong sebelum ia tiba di depan rumah. Dengan terengah-engah, ia berkata kepada kakek nya bahwa mustahil membawa air dari sungai dengan keranjang yang sudah dibolongi, maka sang cucu mengambil ember sebagai gantinya.
Sang kakek berkata, " Aku tidak mau ember itu; aku hanya mau keranjang batubara itu. Ayolah, usaha kamu kurang cukup," maka sang kakek pergi ke luar pintu untuk mengamati usaha cucu laki-lakinya itu. Cucu nya yakin sekali bahwa hal itu mustahil, tetapi ia tetap ingin menunjukkan kepada kakek nya, biar sekalipun ia berlari secepat-cepatnya, air tetap akan bocor keluar sebelum ia sampai ke rumah.
Sekali lagi sang cucu mengambil air ke dalam sungai dan berlari sekuat tenaga menghampiri kakek, tetapi ketika ia sampai didepan kakek keranjang sudah kosong lagi. Sambil terengah-engah ia berkata, " Lihat Kek, percuma!" " Jadi kamu pikir percuma?" Jawab kakek.
Kakek berkata, " Lihatlah keranjangnya. " Sang cucu menurut, melihat ke dalam keranjangnya dan untuk pertama kalinya menyadari bahwa keranjang itu sekarang berbeda. Keranjang itu telah berubah dari keranjang batubara yang tua kotor dan kini bersih, luar dalam. " Cucuku, hal itulah yang terjadi ketika kamu membaca Qur'An. Kamu tidak bisa memahami atau ingat segalanya, tetapi ketika kamu membaca nya lagi, kamu akan berubah, luar dalam. itu adalah karunia dari Allah di dalam hidup kita "

Kamis, Juni 19, 2008

Qur'an Menjawab Pertanyaan Manusia

Manusia Bertanya : Kenapa aku diuji ?
Qur'an Menjawab : Apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan (saja) mengatakan:"Kami telah beriman", sedang mereka tidak diuji lagi? (Al-Ankabuut : 2). Dan sesungguhnya Kami telah menguji orang-orang sebelum mereka, maka sesungguhnya Allah mengetahui orang-orang yang benar dan sesungguhnya Dia mengetahui orang-orang yang dusta. (Al-Ankabuut : 3)

Manusia Bertanya : Kenapa aku tidak diuji saja dengan hal-hal yang baik ?
Qur'an Menjawab : ………. boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui. (Al-Baqarah : 216)

Manusia Bertanya : Kenapa aku diberi ujian seberat ini?
Qur'an Menjawab : Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya………. (Al-Baqarah : 286)

Manusia Bertanya : Bolehkah aku frustrasi ?
Qur'an Menjawab : Janganlah kamu bersikap lemah, dan janganlah (pula) kamu bersedih hati, padahal kamulah orang-orang yang paling tinggi (derajatnya), jika kamu orang-orang yang beriman. (Ali Imraan : 139)

Manusia Bertanya : Bolehkah aku berputus asa ?
Qur'an Menjawab : ………..dan jangan kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya tiada berputus asa dari rahmat Allah, melainkan kaum yang kafir. (Yusuf : 87)

Manusia Bertanya : Bagaimana cara menghadapi ujian hidup ini?
Qur'an Menjawab : Hai orang-orang yang beriman, bersabarlah kamu dan kuatkanlah kesabaranmu dan tetaplah bersiap siaga (di perbatasan negerimu) dan bertaqwalah kepada Allah supaya kamu beruntung. (Ali Imraan : 200) Jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu. Dan sesungguhnya yang demikian itu sungguh berat, kecuali bagi orang-orang yang khusyu'. (Al-Baqarah : 45)

Manusia Bertanya : Bagaimana menguatkan hatiku?
Qur'an Menjawab : ….Cukuplah Allah bagiku; tidak ada Tuhan selain Dia. Hanya kepada-Nya aku bertawakal……. (At-Taubah : 129)

Manusia Bertanya : Apa yang kudapat dari semua ujian ini?
Qur'an Menjawab : Sesungguhnya Allah telah membeli dari orang-orang mu'min, diri dan harta mereka dengan memberikan surga untuk mereka………. (At-Taubah : 111)

(Sumber Tulisan oleh : Hakeem bin Zain)

Rabu, Juni 18, 2008

Hotline Genta

Hotline Gerakan Cinta Al Qur'an :71958079, 71922913

Senin, Juni 16, 2008

Selamat Datang Ikhwan pecinta Qur'an

Alhamdulillah, telah muncul di tengah-tengah kita sebuah blogger untuk komunitas pecinta Al Qur'an..., semoga menjadi sarana komunikasi antar Ikhwan dalam share dalam dunia Qur'an. Wasalamualaikum

Tim Genta